Tampilkan postingan dengan label Pendapatan Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendapatan Nasional. Tampilkan semua postingan
Jumat, 23 Oktober 2015
Pengertian dan Konsep-Konsep Pendapatan Nasional
Pengertian Pendapatan Nasional
Coba kalian amati pembangunan didaerah kalian
atau di Indonesia. Seperti pembangunan fasilitas publik, contohnya pembangunan
jalan raya, jembatan, sekolah, dan lain-lain. Kegiatan pembangunan tersebut
memerlukan dana yang tidak sedikit. Dari manakah dana yang digunakan untuk
membiayai pembangunan tersebut ? Pembangunan yang dilakukan pemerintah didanai
dari pendapatan negara/nasional salah satunya pajak (sumber pendapatan
terbesar).
Pendapatan nasional secara sederhana dapat
diartikan sebagai jumlah pendapatan masyarakat suatu negara dalam periode
tertentu (biasanya satu tahun).
Masyarakat pelaku kegiatan ekonomi akan terus
berusaha memperoleh pendapatan untuk memenuhi semua kebutuhan sehingga
menjadikan masyarakat makmur. Jika seluruh pendapatan atau pengeluaran yang
dilakukan pelaku ekonomi di dalam suatu negara dijumlahkan maka akan
terbentuklah pendapatan nasional. Besarnya pendapatan nasional ditentukan oleh
jumlah produk yang dihasilakan oleh para pelaku ekonominya.
Jika dilihat dari jumlah barang atau jasa
yang dihasilkan, produk nasional dikelompokkan menjadi Gross
Domestic Product (GDP)
dan Gross National Product (GNP).
Dari kedua konsep tersebut melahirkan konsep Gross
Domestic Regional Product (GDRP), Net
National Product (NNP), Net
National Income(NNI), Personal
Income (PI),
dan Disposable Income (DI)
Kamis, 22 Oktober 2015
Komponen Pendapatan Nasional
Skema:
Dalam perhitungan pendapatan nasional,
dikenal beberapa komponen. Hasil penghitungannya disebut Produk Nasional Bruto
(PNB) atau Gross National Product (GNP). Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross
National Product (GNP) adalah konsep yang mempunyai arti yang bersamaan dengan
GDP, tetapi memperkirakan jenis-jenis pendapatan yang sedikit berbeda.
Kamis, 30 Juli 2015
Pengertian dan Konsep-Konsep Pendapatan Nasional (6)
3. Metode Pendapatan/Penerimaan
Menurut metode pendapatan, pendapatan nasional adalah hasil penjumlahan seluruh penerimaan yang diterima para pemilik faktor produksi di dalam suatu negara selama periode tertentu (biasanya satu tahun). Pendapatan nasional menurut metode penerimaan merupakan penjumlahan dari sewa, upah, bunga modal, dan laba yang diterima masyarakat pemilik faktor produksi selama satu tahun
yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
Y = r + w + i + p
Dengan demikian, komponen-komponen pembentuk pendapatan nasional menurut metode pendapatan/penerimaan terdiri atas empat komponen, yaitu:
1.Sewa (rent) yang diterima pemilik faktor produksi alam.
2.Upah (wages) atau Gaji (Salary) yang diterima pemilik faktor produksi tenaga kerja
3.Bunga modal (interest)
yang diterima pemilik faktor produksi
modal.
4.Laba (profit) yang diterima pemilik faktor produksi kewirausahaan (entrepreneurship)Pengertian dan Konsep-Konsep Pendapatan Nasional (5)
•Metode Perhitungan Pendapatan Nasional
Dalam menghitung pendapatan nasional, diperlukan metode atau cara. Metode tersebut disesuaikan dengan objek yang akan dihitung. Metode perhitungan pendapatan nasional dibagi menjadi tiga metode, yaitu sebagai berikut:
•Metode Produksi
Menurut metode produksi (production approach), produk nasional atau Produk Domestik Bruto diperoleh dengan menjumlahkan nilai pasar dari seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai sektor di dalam perekonomian dalam periode tertentu. Dengan demikian, PNB atau GDP menurut metode ini, jumlah dari harga setiap masing-masing barang dan jasa dikalikan dengan jumlah atau kuantitas barang dan jasa
yang dihasilkan.
Pendapatan nasional menurut metode produksi dapat dirumuskan sebagai berikut:
Y =
Keterangan:
Y = Produk Nasional atau Produk Domestik Bruto (PNB atau
GDP)
P = Harga Barang dari unit ke-I hingga unit ke-n
Q = Jumlah barang dari jenis ke-I hingga jenis ke-n
PNB atau GDP
diperoleh dengan menjumlahkan nilai tambah (value
added) yang dihasilkan oleh berbagai sector perekonomian. Hal ini dilakukan untuk menghindari penilaian yang terlalu tinggi atas output yang diproduksi dengan perhitungan ganda (double accounting), baik barang jadi dan jasa jadi maupun barang setengah jadi dan jasa yang masih harus diolah. Untuk itu hanya nilai tambah pada setiap tahap
proses produksi tersebut yang dimasukkan dalam perhitungan pendapatan nasional. Dalam hal ini,
GDP atau PNB
merupakan penjumlahan dari nilai tambah sektor pertanian ditambah nilai tambah di sektor manufaktur dan seterusnya. Jika dirumuskan akan menjadi sebagai berikut :
Y =
Keterangan:
VA = Nilai tambah (Value
Added) sektor-sektor perekonomian (mulai dari sektor ke-i sampai sektor ke-n)
Pendapatan nasional menurut metode produksi dapat dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh hasil produksi masyarakat dari seluruh lapangan usaha di dalam satu tahun diukur dengan nilai uang.
Komponen-komponen pembentuk pendapatan nasional menurut metode produksi terdiri atas sebelas sektor, yaitu:
1.Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan
2.Pertambangan dan penggalian
3.Industri dan pengolahan
4.Listrik, gas, dan air
minum
5.Bangunan
6.Perdagangan, hotel, restoran
7.Pengangkutan dan telekomunikasi
8.Bank dan Lembaga keuangan lainnya
9.Pemerintahan dan Pertahanan
10.Jasa-jasa lainnya











